Terimakasih telah berkunjung ke Blog desa Sukamulya, Informasi seputar Desa

Jumat, 24 Agustus 2012

Korban Ombak Palabuan

Hingga tadi malam, Tim Search And Rescue Daerah (Sarda) Kabupaten Sukabumi dan Satpolair Polres Sukabumi terus melakukan pencarian dua korban laka laut di Pantai Selatan. Dua korban tersebut yakni Ilyas (21) Warga Kampung Cinangsi, RT 02/RW 04, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Ia merupakan korban arus liar Pantai Karanghawu sekitar pukul 06.45 WIB Rabu (22/8) Sedangkan Renaldi Aldiansyah alias Cece (14) warga Kampung Cimahi, RT 27/RW 06, Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi hilang digerus arus liar Pantai Katapangcondong, Citepus, Palabuhanratu.

Ketua Tim Sarda Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri Assidiq mengatakan, hingga tadi malam pihaknya belum menemukan tanda-tanda keberadan jenazah Ilyas dan Cece. Tim Sarda bersama Satpolair pun bakal melanjutkan pencariannya hari ini. “Untuk hari ini alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kalau korban yang bisa diselamatkan ada,” sebutnya.
Ia berharap, hingga akhir liburan lebaran kali ini, tidak ada lagi korban laka laut yang berjatuhan. Sehingga, pihaknya juga mengimbau agar bagi wisatawan yang tidak bsia berenang tidak mesti memaksakan diri untuk berenang di deburan ombak yang berbahaya itu.
Senada dikatakan Wakil Ketua Tim Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, yanyan Nuryanto. Hingga kemarin, pihaknya bersama Satpolair masih melakukan rekapitulasi data korban selamat dan tewas. “Kami mencatat lebih dari 50 korban, tujuh diantaranya tidak bisa diselamatkan, dan dua korban itu hingga kemarin belum ditemukan,” beber Yanyan.
Untuk mengantisipasi adanya penambahan korban laka laut. Pihaknya meminta agar pemerintah menambahkan papan larangan berenang di wilayah pantai yang ditetapkan berbahaya. “Kami harap ada himbaun menggunakan benner atau spanduk di sepanjang pantai. Himbauan itu tentu untuk menekan angka kecelakaan wisata di Pantai Palabuhanratu sepanjang 17 KM itu,” tukasnya.
Sementara itu, di Tolgate Jalan A Yani, Palabuhanratu, petugas penarikan retribusi selalu menginformasikan kepada pengunjung dengan menggunakan pengeras suara. Informasi itu diharapkan agar pengunjung yang mendengar agar menginformasikan kembali kepada rekan-rekannya agar tidak berenang di kolam berbahaya itu.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ditunggu partisipasinya

Headline Editorial