Terimakasih telah berkunjung ke Blog desa Sukamulya, Informasi seputar Desa

Jumat, 24 Agustus 2012

Arus Balik Idul Fitri 1433 H


Arus balik libur bersama Idul Fitri 2012 mulai terlihat. Pada H+4 di sejumlah titik tunggu penumpang Kabupaten Sukabumi calon penumpang mulai berjubel menunggu angkutan bus dengan tujuan dominan Jabodetabek.
Calon penumpang ini berada di titik titik tunggu seperti Pertigaan Cibadak, terminal Cibadak, Jalan Cikidang, Parungkuda, Cidahu serta Cicurug. Selain itu, sejumlah bus yang melintas terpantau dalam kondisi dipenuhi penumpang hingga beberapa calon penumpang ini tidak terangkut.


“Rata-rata di tempat saya bekerja diberikan jatah tujuh hari libur untuk lebaran, besok sudah mulai bekerja kembali,”kata salah seorang calon penumpang, Ridho (34) yang berniat kembali ke kota Bekasi di tempat tunggu terminal Cibadak, kemarin.
Sama halnya dengan Erik, warga Cikidang ini mesti bertolak ke Kalimantan untuk kembali bekerja setelah beberapa hari berada di kampung halamannya. Dirinya mesti mengejar bus dengan tujuan Jakarta tepatnya bandara soekarno hatta sebab sudah dijadwalkan Senin mendatang perusahaannya menetapkan mulai aktif kerja.
“Malam ini (kemarin malam-red) saya mesti terbang ke Kalimantan, dari itu saya mesti mendapatkan bus secepatnya,” ungkap karyawan tambang ini.
Sementara itu, Kanit Lalin UPTD Terminal Dishubkominfo Cibadak Yuki Rahmat mengakui peningkatan arus balik menuju Jabodetabek mulai terjadi hari kemarin. Arus balik tersebut didominasi calon penumpang yang mengejar waktu untuk kembali bekerja di tempatnya. Kebanyakan penumpang ini berdatangan dari wilayah Selatan dan utara Sukabumi.
“Mulai hari ini peningkatan mulai nampak, ratusan calon penumpang berjubel di titik tunggu penumpang salah satunya terminal Cibadak ini. Perkiraan hingga Sabtu mendatang arus balik baik kendaraan pribadi atau calon penumpang ramai padat,” tukasnya.
Sementara itu, sejumlah wisatawan atau masyarakat yang melakukan arus balik memanfaatkan masjid, taman serta tempat rindang pepohonan untuk beristirahat. Tempat-tempat tersebut dianggap nyaman untuk menghilangkan rasa lelah selama menempuh perjalanan. Tidak sedikit masyarakat yang pulas tertidur usai menjalankan salat di masjid atau di area rerumputan di pinggir jalan yang disulap mereka menjadi rest area.
“Lumayan lelah juga menempuh perjalanan dari lokasi wisata Palabuhanratu untuk menghilangkannya rebahan atau tidur-tiduran usai salat di masjid ini,” ungkap Amir salah seorang wisatawan asal Bogor.
Tidak hanya Amir, puluhan wisatawan atau masyarakat yang melakukan perjalanan balik melakukan hal yang sama. Alhasil lahan parkir atau pinggir jalan dipadati rentetan mobil kecil, truk serta motor.
Kondisi ini dimanfaatkan para pedagang atau tukang parkir dadakan untuk meraup keuntungan. Biasa dilokasi tersebut banyak dijajakan berbagai macam jajanan serta barang lain seperti mainan anak.
“Bisa ambil berkah dari banyaknya wisatawan ini, hanya sekedar jual minuman saja keuntunganya cukup lumayan,demikian juga dengan parkir satu kendaraan seribu saja kalau banyak bisa puluh bahkan ratus ribuan,” cetus Entis salah seorang pedagang.
Tak hanya itu, peningkatan wisatawan dan pemudik dirasakan membawa berkah untuk sejumlah pengelola Rumah Makan (RM). Sebab selama melakukan perjalanan perut mesti diisi, sementara rumah makan yang ramai dikunjungi tidak hanya yang mewah saja, warteg, RM sederhana serta RM Padang juga demikian.
“Jika dibandingkan dengan hari biasa peningkatanya cukup besar semenjak libur Idul Fitri rumah makan terus dipadati pengunjung,” tukas heni, pemilik RM lebak berkah, Cicurug.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ditunggu partisipasinya

Headline Editorial