Terimakasih telah berkunjung ke Blog desa Sukamulya, Informasi seputar Desa

Jumat, 10 Agustus 2012

-8 Menjelang Hari Kemenangan

Untuk menuju hari kemenangan hanya menyisakan waktu -8, seperti biasanya blog desa sukamulya berbagi kembali dalam ucapan hari raya beserta kartu lebarannya.
Sahabat untuk artikel ucapan kali ini irwan ingin mencoba berbagi kebahagiaan, mungkin diantara sahabat ada yang memerlukannya untuk teman, kekasih atau family.
Langsung saja irwan akan menulis ucapan lebaran

Dari sepatah kata dan perbuatan terukir duka dalam jiwa yang membatu menjadi kedengkian di bungkus bisikan syaitan. Dan tiada kesempurnaan manusia yang mampu menghadangnya. Hari ini kesucian telah datang yang di balut takbir kemenangan. minal aidzin wal fa idzin mohon maaf lahir batin. Selamat hari raya idul fitri 1433H.


Tiada kesucian menjadi sempurna tatkala ada salah satu kebencian tertanam dalam jiwa, membasuh jiwa dengan permintaan maaf. Terkirim dari lubuk hati atas kesalahan selama ini, selemat hari raya idul fitri 1433H. mohon maaf lahir batin.


Dalam rangka mereformasi hati untuk mewujudkan manusia indonesia baru, maka dengan ini kami menyatakan :
1. selamat hari raya idul fitri 1433H
2. menuntut di bebaskan-nya segala kesalahan yang di sengaja atau tidak di sengaja.
3. Minal aidzin wal faidzin


Penulisan buku catatan ramadhan akan sampai pada halaman terakhir. Saatnya untuk menerbitkan sebagai anak ruhani. Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf Setulusnya Dan puncak kroniknya.. lahirnya jiwa suci. Taqabbalallah minna wa minkum, taqabal Ya Karim. Selamatet Iedul Fitri 1433H.
Semoga setiap orang percaya, sebelum menutup buku dapat membubuhkan sesuatu di buku.


Beningkan hati dengan dzikir ..... Cerahkan jiwa dengan cinta ..... Lalui hari dengan senyum ..... Tetapkan langkah dengan syukur ..... Sucikan hati dengan permohonan maaf .... Selamat Hari Raya Iedul Fitri, Taqobbalallahu minnna wa minkum minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan bathin




Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ditunggu partisipasinya

Headline Editorial