Terimakasih telah berkunjung ke Blog desa Sukamulya, Informasi seputar Desa

Rabu, 31 Maret 2010

Pengedar Upal Bayar di Tempat Gelap

The_Quran_on_the_expanding_Universe_and_the_Big_Bang_theory_001 copy

Sumber : pikiran-rakyat

Pengedar uang palsu sempat minta lampu warung dimatikan ketika akan membayar makanan dan minuman. Hal itu diungkapkan  Nana,  pemilik warung di pesisir Pantai Citepus Katapangcondong, Palabuhanratu, Senin (22/3).

Dikatakan, sejak para pelaku berada di warungnya, gerak-geriknya sedikit mencurigakan. Bahkan yang paling mencurigakan, ketika mereka mau membayar minuman dan makanan. Sebelum membayar, salah seorang pelaku minta supaya lampu di warungnya dimatikan. Dikarenakan permintaannya tidak dikabulkan, sehingga si pelaku malah membayarnya di luar warung yang kondisinya masih gelap.

“Bahkan para pelaku langsung  pergi terburu-buru. Setelah uang itu diperiksa, saya curiga uang itu palsu. Bahkan seorang pelayan perempuan, yakin betul bahwa uang itu palsu,” katanya.

Dikarenakan curiga uang itu palsu, kata Nana, ia bersama sejumlah temannya berusaha mencari para pelaku. Namun di tengah perjalanan, bertemu dengan anggota Polsek Palabuhanratu hingga memastikan bahwa uang itu memang palsu.

“Mau mencari pelaku, saya sudah kehilangan jejak. Dengan kejadian ini, jelas saya sudah tertipu. Cuma saya belum sempat melaporkan ke Polsek Palabuhanratu, karena masih dongkol dengan penipuan ini. Tapi rencananya, hari ini saya mau laporan ke polisi,” ujar  Nana.

Di tempat yang sama, Usar ( 42) mengaku mengalami hal serupa yang kejadiannya sekira seminggu lalu. Ia tertipu oleh seorang pelaku yang membayar minuman dan makanan di warungnya dengan dua lembar upal pecahan Rp 100.000,00., senilai Rp 200.000,00. “Tahu uang itu  palsu, ketika mau dibelanjakan lagi ke toko minuman. Si pemilik toko, menolak uang dari saya karena uangnya palsu. Saya juga belum laporan ke polisi, karena kejadiannya sudah agak lama sekira seminggu lalu. Yang tertipu upal ini, tak hanya saya saja, tapi ada yang lainnya,” tuturnya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ditunggu partisipasinya

Headline Editorial