Terimakasih telah berkunjung ke Blog desa Sukamulya, Informasi seputar Desa

Jumat, 08 Oktober 2010

Pasar Monyet Wajah Baru

Dari sumber pikiran-rakyat menulis bahwa Pemerintah kabupaten Sukabumi menjamin penyediaan lahan untuk keperluan relokasi ratusan warung remang (warem) di daerah Pasar Monyet, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.
Akan tetapi, itu bisa dilakukan dengan catatan, para pemilik warungnya bersedia menghentikan segala aktivitas yang berbau esek-esek serta penjualan minuman keras (miras).
dikatakan oleh Wakil Bupati Sukabumi, Akhmad Jajuli, M.Pd., kepada sumber bahwa untuk tujuan relokasi warem-warem di Citepus, lahannya pasti ada. Kita bisa mencarikan tempat di daerah lain yang tanahnya luas. Akan tetapi, diminta supaya praktek prostitusi dan penjualan mirasnya dihentikan. Sebab praktik seperti itu tidak boleh terjadi di warung-warung tersebut.
Menurut dia, jika relokasi ratusan warem di daerah pasar monyet itu jadi dilaksanakan, Pemerintah kabupaten Sukabumi akan mengurus penempatannya. Namun, tujuan relokasi itu untuk memajukan perekonomian masyarakat, bukan memindahkan tempat prostitusinya. Pemerintah daerah bisa mencarikan alternatif usaha lain yang lebih layak, supaya perekonomian para pemilik warungnya meningkat dan kehidupannya sejahtera.
Pemberdayaan masyarakat tetap harus dikedepankan. Masyarakat pedagang di daerah Pasar Monyet Citepus ini, harus diberi penghidupan yang layak. Mereka punya keluarga sehingga mata pencahariannya perlu diperhatikan, bahkan harus dikembangkan melalui program usaha alternatif,” ungkap wakil bupati.
Hanya saja, lanjut dia, apabila relokasi ratusan warem itu jadi dilaksanakan, perlu pengecekan dan pendataan ulang identitas warganya. Sebab disinyalir, di warem pasar monyet itu relatif banyak warga luar Sukabumi.
Setelah didata, warga Sukabumi bisa direlokasi ke suatu tempat yang layak, sedangkan orang luarnya dikembalikan ke daerah asal. “Jadi perlu dicek dulu, apakah para pemilik warung dan para penghuninya semuanya warga kita? Kalau ada orang luar, harus dipulangkan ke daerah asalnya,’ ungkapnya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ditunggu partisipasinya

Headline Editorial