Terimakasih telah berkunjung ke Blog desa Sukamulya, Informasi seputar Desa

Selasa, 18 Mei 2010

Dinkes Sukabumi Waspadai Penyebaran Malaria

20100406120717-nyamuk-malaria060410

Sumber :antara Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mewaspadai penyebaran penyakit malaria setelah adanya 16 orang warga Desa Loji, Kecamatan Simpenan, yang dinyatakan positif mengidap penyakit itu.

"Penyebaran penyakit malaria harus diwaspadai, apalagi bila 16 orang ini digigit nyamuk yang bisa menularkannya kepada orang lain," kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Dadang Sucipta, di Sukabumi, Minggu.

Menurut dia, kasus malaria di Simpenan mendapatkan perhatian khusus walaupun penularan penyakit yang disebarkan oleh nyamuk anopheles itu terjadi setelah mereka bekerja sebagai pegawai tambang rakyat di Provinsi Aceh.

"Terlebih, Kecamatan Simpenan merupakan wilayah endemis malaria," katanya seraya mengatakan wilayah endemis lainnya, yakni Tegalbulleud dan Cisolok.

Dadang mengatakan, daerah pesisir Sukabumi yang mempunyai lagun dan kubangan air merupakan tempat yang baik bagi perkembangan vektor nyamuk, apalagi potensi penyebaran penyakit ini makin bertambah besar setelah memasuki musim pancaroba seperti saat ini.

Ia menjelaskan, lagun yang mengering mempunyai kadar garam yang cocok untuk berkembangnya nyamuk anopheles, dan karena itu ia meminta agar warga melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di kawasan lagun.

"Kami juga meminta agar 16 orang yang positif malaria tidak keluar rumah yang bisa menyebarkan bibit penyakit ke orang lain," ujarnya. Kendati demikian, Dinkes tetap melakukan pemantauan kemungkinan bertambahnya penderita malaria yang belum pulang dari Aceh karena masih ada sejumlah pekerja tambang asal Sukabumi yang mengalami hal serupa dan saat ini masih tertahan di Aceh.

"Persediaan obat-obatan masih mencukupi, sehingga kami siap memberikan perawatan medis kepada penderita. Bila ada penderita yang kondisinya parah, maka akan dirujuk ke rumah sakit," demikian Dadang.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ditunggu partisipasinya

Headline Editorial