Terimakasih telah berkunjung ke Blog desa Sukamulya, Informasi seputar Desa

Rabu, 15 Desember 2010

PLN Melayani dengan Cepat

Meski  Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) yang dicanangkan pada peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke 65 telah berlalu, bukan berarti pelayanan menurun. Suksesnya  program tersebut  membuat PLN APJ Sukabumi tetap melanjutkan  pola yang sama dalam melayani konsumen.
Humas PLN APJ Sukabumi, Harry SAS mengatakan, GRASS merupakan upaya PLN untuk mempercepat pelayanan Sambungan Baru Listrik (SBL). Selain itu, juga untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa proses penyambungan listrik  tidak sesulit yang dibayangkan.  “Siapa bilang permohonan SBL itu sulit. Telah dibuktikan bisa dilayani dengan cepat dan mudah,” ujar Harry di ruang kerjanya,
Pola itu, sekaligus untuk mempersempit ruang gerak calo yang sering memanfaatkan kondisi sehingga pemasangan listrik dianggap sangat sulit, lama dan mahal. Hal itu bukan hanya merugikan pemohona, tapi juga sangat menghambat pelayanan dan merusak citra PLN.
jurnalbogor lebih lanjut menulis, ”Pelayanan dengan cepat seperti yang dilakukan pada program GRASSS, menjadi motivasi bagi perusahaan milik negara untuk terus meningkatkan kinerja. Sehingga proses pelayanan yang sama akan diterapkan dimasa mendatang,” katanya.
Menurut Harry, pihaknya  menargetkan  permohonan SBL ini bisa dituntaskan paling lambat 31 Maret 2011 mendatang . Sehingga seluruh permohonan SBL yang masuk dalam daftar tunggu telah menikmati energy listrik. Sementara bagi pemohon yang membutuhkan sambungan langsung  dengan  perluasan jaringan listrik  seperti pemasangan travo, SUTM  atau tiang tampaknya harus bersabar.
”Selama menunggu giliran, pemohon  diharapkan tidak terpengaruh oleh pihak yang menawarkan jasa untuk mempercepat proses pemasangan. Apalagi meminta penambahan biaya untuk pemasangan jaringan. Perlu diketahui pemasangan jaringan oleh PLN biayanya tidak dibebankan kepada masyarakat,” jelasnya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ditunggu partisipasinya

Headline Editorial