Terimakasih telah berkunjung ke Blog desa Sukamulya, Informasi seputar Desa

Minggu, 07 Desember 2014

Akibat Pengecoran Jalan

Ribuan pelajar dan karyawan pabrik di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Sabtu (6/12/2014) kerap terlantar. Mereka terlambat beraktivitas seiring proyek pengecoran badan Jalan Raya Sukabumi - Cianjur tidak kunjung rampung.
Keterlambatan pengerjaan yang kini berdampak memicu kemacetan telah berlangsung dua bulan terakhir. Kemacetan ruas jalan tidak hanya menggangu aktivitas pelajar saat akan bersekolah, tapi serupa dirasakan para karyawan ketika akan bekerja.

“Setiap hari ratusan pelajar pontang panting pergi ke sekolah karena terlambat. Begitupun ribuan karyawan berjam-jam berada dalam mobil angkutan kota terlambat bekerja karena terjebak macet,” kata salah seorang warga Babakan Pamoyanan, Kecamatan Sukaraja, Dudi Setiawan, Sabtu (6/124).

Selain itu, kata Dudi Setiawan, diperkirakan pembetonan jalan akan tuntas diperkirakan hingga awal tahun mendatang. Apalagi perbaikan badan jalan masih menyisakan ruas jalan yang belum dibeton sepanjang Kampung Cirumput hingga Kampung Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.

“Bayangkan saja, masih tersisa ruas jalan yang masih belum dibeton. Sehingga pembetonan diperkirakan rampung tidak akhir tahun ini. Kemungkinan berses awal tahun depan,” katanya.

Keterlambatan pengecoran badan jalan yang mengakibatkan dua hingga tiga jam itu, berdampak aktivitas warga terganggu. Termasuk pendistribusian sejumlah sembilan bahan pokok (Sembako) kesejumlah kecamatan yang tersebar di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Sebenarnya, warga tidak hanya mengeluhkan proyek pembetonan di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur. Tapi keluhan serupa dirasakan warga, di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, tepatnya di Blok Pamuruyunan, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Tidak hanya pengguna kendaraan bermotor, bahkan petani sayur mayur di Sukabumi sangat dirugikan proyek pengecoran di dua tempat berbeda.

“Sudah hampir sebulan hasil bumi tidak terjual. Kalaupun terjual dalam kondisi tidak segar,” kata petani Goalpara, Otoy Satibi.

Sekretaris Kabupaten Sukabumi, Adjo Sardjono membenarkan proyek pengecoran dua tempat berbeda itu dikeluhkan warganya. Selain proyek pembetonan dikeluhkan Pamuruyunan, warga mengeluhkan hal serupa di Sukalarang. “Tapi harus bagaimana lagi, karena pembetonan sangat membutuhkan waktu lama,” katanya.

Kendati memaklumi, kata Adjo Sardjono, tetapi Pemkab Sukabumi mendesak agar proyek Kementarian Pekerjaan Umum dapat segera dirampungkan akhir Desember ini. Apalagi lambannya pekerjaan ini, membuat pemda ketar-ketir , karena dikhawatirkan proyek ini tidak segera rampung hingga pergantian tahun.

Biasanya pergantian akhir tahun, intensitas arus kendaraan diprediksi akan meningkat masuk ke Sukabumi seiring menyambut perayaan akhir tahun. “Bisa dibayangkan, tumpukan kendaraan akan membludak di dua lintasan berbeda. Dan puncaknya, pada perayaan pergantian tahun saat ribuan wisatawan dating ke Sukabumi, “ katanya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ditunggu partisipasinya

Headline Editorial