Terimakasih telah berkunjung ke Blog desa Sukamulya, Informasi seputar Desa

Senin, 04 Juni 2012

Penjualan Turun Jangan Panik

Tentu saja banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kejenuhan pasar, disamping sikap konsumen yang mulai bosan, bisa juga karena adanya produk sejenis dari pesaing yang menawarkan hal yang baru kepada konsumen. Jika mengalami hal seperti itu, jangan panik. Masih jauh dari kalimat. Pada tahap ini, sobat masih dapat menarik keuntungannya meskipun volume penjualan telah menurun.
Dalam hal ini, yang dijadikan sasaran penjualan adalah konsumen-konsumen yang memiliki loyalitas tinggi.
Jadi, mereka yang masih setia dan fanatik dengan produk lama, senantiasa memerlukannya dan tidak akan berpaling dengan lainnya. Sebab konsumen yang satu dengan yang lainnya, mempunyai sifat yang berlainan.
Ada yang suka produk baru dan mudah tertarik karena promosi yang dilancarkan pesaing, adapula yang sulit menyesuaikan diri dengan produk baru, sehingga mereka sama sekali kurang tertarik dan masih tetap memakai produk lama, yang dirasa manfaatnya serta mutunya menjamin kepuasan.
Namun, tentu saja ada perasaan tidak puas berada ditingkat penjualan lebih rendah, dan lebih banyak mengandalkan konsumen yang loyal. Pasti yang dikehendaki adalah agar penjualan naik lagi, paling tidak bisa mencapai tingkat ketika penjualan produk sedang jaya-jayanya.
Disini, diperlukn langkah-langkah terobosan yang bersifat inovatif. Cranya antara lain, menampilkan produk lama dengan citra yang baru meskipun dengan hanya mengubah bentuk dan kemasannya saja. Bisa juga melakukan terobosan dalam bidang pemasaran, untuk menembus pasar-pasar baru yang sebelumnya belum tergarap secara maksimal. Atau, menciptakan produk yang sama sekali baru, namun produk lama tetap dipertahankan.
Satu hal yang hrus diperhatikan, bahwa sebagai pengusaha, harus menjaga stamina syukur-syukur bisa meningkatkan dan selalu terbuka terhadap hal-hal yang baru, sehingga langkah perubahan dianggap sebagai sesuatu yang sangat mungkin terjadi, kapan saja.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ditunggu partisipasinya

Headline Editorial