Terimakasih telah berkunjung ke Blog desa Sukamulya, Informasi seputar Desa

Sabtu, 16 Maret 2013

Sejarah Menulis Artikel Kesehatan

Salam jumpa sahabat semua, semoga saja selalu dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam menjalankan segala aktivitas.
O ya ketika kemarin sore saya berada di perpustakaan desa dalam rangka baca-baca buku secara tidak sengaja saya menemukan buku tentang "Tips dan trik Merawat Organ intim"
Buku Panduan Praktis Kesehatan reproduksi Wanita yang ditulis oleh Dr. Pribakti B, SpOG(K) ini kenapa tidak dijadikan bahan untuk isi blog, itulah pikiran saya. Karena setelah saya baca-baca ternyata begitu penting untuk para kaum hawa.
Semoga saja para pengunjung semakin senang dan tentunya selalu memberikan support terhadap perkembangan Blog Desa Sukamulya ini, meski dititik beratkan pada informasi desa tapi tidak ada salahnya untuk memberikan sedikit warna pada blog agar blog lebih hidup lagi.
Perlu pengunjung ketahui juga bahwa isi dari buku "Tips dan Trik Merawat Organ Intim" dengan tema Panduan Praktis Kesehatan Reproduksi Wanita yang saya angkat dijadikan artikel, tidak ada yang saya kurangi atau tambahi pada isi buku tersebut dan semata-mata saya ingin berbagi dengan pengunjung khususnya para wanita yang mungkin masih ada yang belum mengetahui.
Semoga saja artikel yang akan saya bagi dengan para pengunjung akan ada manfaatnya.
Sahabat semua pada artikel kesehatan yang pertama ini, saya ingin berbagi tentang seputar Jangan Remehkan Kesehatan Organ Reproduksi.
Deteksi dini sebenarnya bisa dilakukan sendiri oleh setiap perempuan. Begitu ada keluhan nyeri, tumbuh benjolan atau keluar cairan tak seperti biasanya, sebaiknya harus segera diwaspadai. Cairan keputihan yang normal biasanya berwarna putih bening. Tapi kalau sudah putih kekuningan dan mengeluarkan bau tak sedap, ini berarti ada gangguan serius. Keluarnya cairan bening atau putih dari organ reproduksi perempuan biasa terjadi pada masa ovulasi, yakni 14 hari sebelum mentruasi berikutnya. Cairan ini menyerupai mukosa dalam jumlah lumayan banyak. Tapi kalau sudah berlebihan dan mengganggu maka harus segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan.
Dokter biasanya melakukan tindakan pap smear pada kaum hawa yang ingin mendeteksi adanya kanker leher rahim. Prosedurnya adalah dengan mengambil sebagian kecil sel dari serviks alias dinding vagina. Sel ini diperiksa secara mikrosopik dalam laboratorium. Saat ini, pap smear dianggap sebagai metode paling efektif dalam mendeteksi kanker rahim. Tingkat efektifitasnya bisa mencapai 90 - 95 persen.
Setiap perempuan yang sudah melakukan aktifitas seksual sebaiknya menjalani prosedur ini setahun sekali atau minimal tiga tahun sekali. Tapi berdasarkan pengalamannya, masih sedikit perempuan yang melakukan pap smear kecuali sudah menderita keluhan nyeri. Padahal kanker leher rahim tak bisa dipandang enteng. Sampai sekarang belum diketahui pasti apa penyebab kanker leher rahim. Hanya saja diduga kuat akibat virus yang bernama Human Papilloma Virus (HPV) yang disebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS). Sembilan puluh persen kasus kanker leher rahim terkait dengan HPV. Ia juga menambahkan bahwa kanker leher rahim bisa muncul karena hubungan seksual dibawah 20 tahun, multi partner, tidak merawat kebersihan alat kelamin, hubungan seks dengan laki - laki yang memiliki pasangan penderita kanker leher rahim dan akibat merokok.
Berdasarkan data Departemen Kesehatan (Depkes), di Indonesia terdapat 90 - 100 kasus kanker leher rahim per 100.000 penduduk. Setiap tahun terjadi 200.000 kasus kanker leher rahim. Untuk jenis kanker reproduksi yang perlu juga diwaspadai di Indonesia, selain kanker leher rahim, adalah kanker indung telur atau ovarium. Meskipun kekerapan kanker ovarium hanya menempati urutan kedua dari keseluru han kanker ginekologi, tapi angka kematiannya cukup tinggi. Ini disebabkan perjalanan penyakit ovarium berlangsung  secara tersembunyi sehingga diagnosis sering ditemukan pada waktu pasien dalam keadaan stadium lanjut. Sekitar 70 - 80 persen kanker ovarium ditemukan pada waktu telah terjadi anak sebar. Mayoritas penderita kanker ovarium tidak menunjukan gejala sampai periode waktu tertentu. Pada stadium awal, kanker ovarium muncul dengan gejala-gejala tidak khas. bila penderita dalam usia menopause awal, keluhan mereka adalah haid tidak teratur. Sementara bila massa tumor telah menekan kandung kemih, keluhan yang sering terjadi adalah sering berkemih. Namun meski kanker ovarium sulit dideteksi, hal minimal yang bisa dilakukan adalah melakukan pemeriksaan fisik dan panggul secara rutin setiap tahun. Lebih kurang setengah dari kasus kanker indung telur ditemukan pada perempuan yang telah berusia lebih dari 60 tahun. Artinya kanker indung telur berkembang subur setelah seorang perempuan memasuki menopause.

Sahabat jangan lewatkan artikel "Anatomi dan Fungsi Organ Reproduksi Wanita" .... salam sukses.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ditunggu partisipasinya

Headline Editorial